KISAH DALAM

CERITA PERJALANAN

Oleh: A.A. Navis

 

Jika terdengar keluh penyerahannya menjalani

—antara noktah langkah pertama

sampai ke ujung gunung harapan—

aku rasa, lagi aku rasa meruyak pedih

luka dulu yang pernah kubunuh mati.

 

Dulu berbesar nafsu berlari aku, berlari

mencapai ujung gunung harapan

tersesat tenggelam ke laut galian

air mata pilu aku kembalikan ke lubuk hati.

 

Tahulah aku besar rahmat-Mu melimpahi diri

kiranya air asin laut pengobat luka

sadar aku gunung harapan bukan diburu hanya

harus ditunggu sampai waktunya tiba.

 

Ah, tidak,

harapanku telah mati bersama luka-luka

aku akan kejar/tunggu lagi ke/ dari siapa-siapa.

 

Tuhan, kenapa aku tidak pulangkan semua

ke haribaan-Mu, Tuhannya dan Tuhanku jua?

Kenapa kepala batuku

lembut luluh jika di hadapan-Mu?

 

Dan aku, dan aku

aku tidak akan berlari mendaki gunung harapan

Biar, biarkan mauku dalam ridha-Mu

hanyut tenggelam di laut galian

Karena disana….

ada air asin pengobat luka derita.

15.01. 1951