PENGADUAN
Oleh: A.A. Navis
Tuhanku,
ratapan tanpa airmata temanku
dalam pengaduan kepada-Mu
tiada minta balasan atas dusta dan dosa
bangsanya yang mengekang benar-Mu.
Tuhanku,
cerita unggun puntung kecil temanku
pangkal asap menjulang tinggi
yang lindap menyungkup sawang persada
adalah api revolusi dari makhluk-Mu
pengikis debu kaki
yang redup oleh murka-Mu, ya Ilahi.
Tuhanku,
karena aku rasakan kecilku dalam besar-Mu juga
aku rasakan besarku dalam takdir-Mu
aku tak mau, tetap tak mau jadi
—puntung kecil dalam unggun itu
asap bakaran sampah meski terbang tinggi
dan debu kaki mengotori bumi.—
Aku mau, Tuhanku
jadi bara api dalam tungku hidup ini
yang memasak suka-Mu
meski takkan mengawang tinggi.
Untuk Sya’ban penyair “Puntung di Tungku Itu…”
12. 01. 51
Leave A Comment