JEMBATAN HIDUP

Oleh: A.A. Navis

 

Pernah aku bangun jembatan

yang megah, yang menawan.

 

Tapi selalu rubuh, rubuh dan rubuh

oleh hembusan nafas yang keruh

dari semua

dan aku juga.

 

Kembali aku terbanting

jatuh ke kali yang kering.

 

Tapi besok, bila pagi datang

aku mulai lagi

yang lebih kokoh dirancang

bila rubuh, aku bangun lagi.

 

Meski seumur hidupku

aku mulai lagi dari awal selalu.

11.07. 50