KEPADA KAWAN

Oleh: A.A. Navis

 

Dengan dasar kebebasan merencana

dalam khayalmu dan angan-anganku

sudah terbentuk sendiri secara nyata

rumah baru yang bakal didirikan itu.

 

Persetujuan kita lebih berat dari sumpah

tidak akan mendiami istana pusaka lama

berhalaman sempit besi memagar

tidak cocok bagi kebesaran keluarga kita.

 

Tiada kita peduli

pada tangis-gertak sang bangsawan priayi

karena istana indahnya tiada kita diami

terbiar kosong tanpa arti.

 

Juga tiada kita peduli

teriakan arsitek kantoran

pandai memaksa beri petunjuk

rancangan duplikat padækertas mumuk.

 

Persetujuan kita tak usah diulangi lagi

tiada guna menyanyikan lagu basi

karena waktu pada masa sekarang

secepat datang secepat terbang.

 

Siapa mau gali lobang dasar

gali dengan benar.

Siapa cari batu sendi

cari bermutu tinggi.

 

Siapa mau meramu kayu

pergilah kemana mau.

Karena sudah jadi prinsip kita

kebebasan dalam memberi jasa.

 

Kita belum masa bicarakan nilai

kita belum sama bodoh sama pandai

tapi nanti pada saatnya datang

barulah sama kita timbang.

 

Jangan sangsi kerja ini tiada nilai

karena sangsi sebelum mulai

lemahkan kemauan melumpuhkan tenaga

berarti menyerah sebelum selesai.

 

Salah dan benar ketemu nanti

dalam membina rumah baru ini

jadi teladan bagi yang kemudian

jadi pembetulan atas kesalahan.

 

Teruskan saja dengan sepenuh daya

saling jujur dan saling percaya

dengan dasar hati suci

rumah baru jadi pasti.

3.11. 1950