Otobiografi
“Sebagai manusia merdeka, A.A. Navis tidak dapat dipaksa. Ia akan melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu secara sukarela, tergantung pada akal sehatnya dan hati nuraninya”.
(Chairul Harun, budayawan dan wartawan senior)
Maninjau (3): Dua Koran Baru di Padang
SETELAH Maninjau dibebaskan dari pemberontak PRRI, saya kembali menyambung korespondensi [...]
Maninjau (4): Membangun Sekolah dan Koperasi
SETELAH PRRI kalah, Maninjau diduduki tentara pusat. Maka barulah saya [...]
Maninjau (5): Perpisahan Dengan Penduduk Maninjau
SEBELUM pindah ada dua kenang-kenangan yang sangat berkesan. Pertama, selama [...]
KPAA, Pramoedya, Bastari Asnin, Manifes, Novel ‘Kemarau’ & Joebar Ajoeb
PADA tahun 1972 dibuka Pertemuan Sastrawan Indonesia yang pertama di [...]
Bukittinggi: Memprotes Penahanan Wartawan dan Membuat Referendum
TAK JAUH dari Pasar Banto kami mangontrak sebuah rumah di [...]
Jenderal Widodo, Trauma dan Kerjasama Dengan Militer Setempat
PADA suatu hari di tahun 1972 saya berkunjung ke Yogya [...]