Puisi
“Setiap bertemu Navis dua tiga jam
di antara pertengkaran mangkuk kopi dan asbak rokok
persekutuan durian dengan martabak
kuhitung ada seratus cerpen lewat
dan kusesalkan kenapa
aku selalu lupa
menyelundupkan
pita rekaman”
(Taufik Ismail, sastrawan)
Merah Putih Benderaku
MERAH PUTIH BENDERAKU Oleh: A.A. Navis Sang saka benderaku [...]
Tuhan di Negeriku
TUHAN DI NEGERIKU Oleh: A.A. Navis Di negeriku, Semertanya [...]
Amanah Tuhan Pejabat Negaraku
AMANAH TUHAN PEJABAT NEGARAKU Oleh: A.A. Navis Kata pejabat [...]
Anak III
ANAK III Oleh: A.A. Navis Belasan anak di kebun [...]
Anak II
ANAK II Oleh: A.A. Navis Tiba-tiba mobil yang aku [...]
Ketemu Gus Dur
KETEMU GUS DUR Oleh: A.A. Navis Baru saja aku [...]